Jenis-Jenis RAM

EDO RAM (Enhanced Data Output RAM)
– mesti dipasang berpasang-pasangan
– 1 notch (alur pada kaki RAM)
– digunakan pada komputer lama (90an)

RDRAM RAM (Rambus Dynamic RAM)
– 232 pin
– ada heat sink (sistem penyejuk khas)
– mesti dipasang berpasang-pasangan
– digunakan pada komputer lama (1999, 2000, …)

SDRAM RAM (Synchronous Dynamic RAM)
– 168pin
– 2 notch
Kelajuan: 100MHz, 133MHz
Kapasiti Maksimum: 512MB

DDR RAM (Double Data Rate RAM)

– 184 pin
– 1 notch
Kelajuan: 266MHz (PC2100), 333MHz (PC2700), 400MHz (PC3200)
Kapasiti Maksimum: 1GB (ada chip pada lapisan depan dan belakang RAM)

DDR II

– 240 pin
– 1 notch (tetapi berbeza dengan DDR, lubang notch ke kiri sedikit)
Kelajuan: 533MHz (PC4200), 667MHz (PC5300), 800MHz (PC6400)
Kapasiti Maksimum: 2GB

DDR III

– 240 pin
– 1 notch (tetapi berbeza dengan DDR dan DDR2, lubang notch lebih ke kiri lagi)
Kelajuan: 1333MHz (PC10666), …
Kapasiti Maksimum: 4GB

Ilmu tanah adalah pengkajian terhadap tanah sebagai sumber daya alam. Dalam ilmu ini dipelajari berbagai aspek tentang tanah, seperti pembentukan, klasifikasi, pemetaan, berbagai karakteristik fisik, kimiawi, biologis, kesuburannya, sekaligus mengenai pemanfaatan dan pengelolaannya. Tanah adalah lapisan yang menyeliputi bumi antara litosfer (batuan yang membentuk kerak bumi) dan atmosfer. Tanah menjadi tempat tumbuh tumbuhan dan mendukung kehidupan hewan dan manusia.

Ilmu tanah dipelajari oleh berbagai bidang ilmu pengetahuan, seperti ilmu-ilmu keteknikan (rekayasa), agronomi/pertaniankimiageologigeografiekologi,biologi (termasuk cabang-cabangnya), ilmu sanitasiarkeologi, dan perencanaan wilayah. Akibat banyaknya pendekatan untuk mengkaji tanah, ilmu tanah bersifat multidisiplin dan memiliki sisi ilmu murni maupun ilmu terapan.

Ilmu tanah dibagi menjadi dua cabang utama: pedologi dan edafologi. Pedologi mempelajari tanah sebagai objek geologi. Edafologi, atau ilmu kesuburan tanah, mempelajari tanah sebagai benda pendukung kehidupan. Keduanya menggunakan alat-alat dan sering kali juga metodologi yang sama dalam mempelajari tanah, sehingga muncul pula disiplin ilmu seperti fisika tanahkimia tanahbiologi tanah (atau ekologi tanah), serta ilmu konservasi tanah. Karena tanah juga memiliki aspek ketataruangan dan sipil, berkembang pula disiplin seperti mekanika tanah, pemetaan (kartografi), geodesi dan survai tanah, serta pedometrika atau pedostatistika. Penggunaan informatika juga melahirkan beberapa ilmu campuran seperti geomatika.